Menentukan Visi Sekolah

By Didik Nugroho,

Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan.

Jadi dapat disimpulakan bahwa visi adalah cita – cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.

Melihat pengertian visi diatas maka suatu sekolah merupakan suatu organisasi yang mempunyai produk dan layanan. Produk dari sekolah adalah lulusan, Layanan sekolah. Layanan ini diberikan kepada steakholder sekolah. Steakholder Sekolah siswa, wali, masyarakat, guru / karyawan dan pemerintah. Maka layanan yang diberikan terdiri atas layanan siswa , layanan pada wali murid, layanan pada pemerintah, layanan pada guru dan karyawan.

Steakholder pemerintah dalam suatu sekolah merupakan steakholder yang memberikan regulasi dan pengawasan. Sehingga layanan yang diberikan ke pemerintah berupa kebutuhan data, kebutuhan informasi dan lain-lain. Mengingat pentingganya pemerintah , dalam menyusun Visi sekolah juga harus mengaju pada visi pemerintah dalam bidang pendidikan.

Visi merupakan tujuan kedepan yang akan dicapai, pencapain tujuan kadang membutuhkan waktu untuk pencapaian. Jika tujuan tanpa waktu yang jelas dapat membuat suatu organisasi berjalan lambat. Maka akan sangat penting dalam membuat visi harus mengandung kapan ketercapaiannya. Visi nantinya  akan diupayakan dicapai dengan membuat kebijakan tahunan. Namun ada juga organisasi yang visinya tidak tertulis waktu. Hal ini tidak masalah, visi yang demikian menunjukan organisasi akan berupaya mencapai apa visi yang ia tetapkan, selanjutnya setelah visi tercapai organisasi akan terus menjaga ketercapain visi dengan cara meningkatkan sasaran-sasaran organisasi.

Visi merupakan tujuan yang ingin dicapai, Maka dalam perlu nilai atau indikator yang menunjukkan tercapainya visi. Jika visi tidak memiliki nilai indikator maka bisa dikatakan visi ini termasuk jenis visi yang “ tidak realistis”/ tidak akan mungkin tercapai.

Karena visi merupakan tujuan yang akan dicapai maka dalam visi harus mengandung kata keharusan untuk dilakukan oleh subyek terhadap suatu objek. Dalam visi harus bisa diwujudkan dalam suatu pekerjaan oleh subjek, untuk merubah objek menjadi nilai-nilai indikator ketercapaian Visi.

Visi merupakan tujuan organisasi yang berhubungan dengan stekholdernya. Maka dalam menyusun visi harus tidak bertentangan dengan keinginan steakholder.

Sebagi contoh Visi

          “Menjadi Sekolah Berstandart Internasional tahun 2025”

Visi diatas mengandung waktu, memiliki indikator yaitu indikator standart internasional, memiliki subyek yaitu guru, murid, karyawan yang harus memenuhi standart internasional, visi ini tidak bertentangan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah. Karena Masyarakat dan pemerintah menghendaki sekolah yang memiliki kualitas yang baik.

                    “ Menjadi sekolah Terbaik di kota Solo tahun 2050 “

 

Visi diatas mengandung waktu, visi ini juga memiliki indikator yaitu indikator ketercapaian yaitu “terbaik”, Namun penetapan indikator ini masih abstrak, maka harus didukung indikator lain yang memiliki nilai yang jelas dan terukur. Nilai – nilai pendukung ini tidak perlu dituangkan dalam visi. Nilai pendukung dapat dituangkan dalam statuta / ADART.Didalam STATUTA / ADRT dijelakan apakah masuk kata terbaik itu.  Indikator pendukung untuk visi diatas, Misalnya   50% guru mendapat penghargaan dari pemerintah. 50% perlombaan atau pertandingan di kota solo dijuarai terus.  50%  siswanya tiap tahun diterima di PTN akriditasi A. Tiap tahun rata-rata nilai lulusan paling tinggi dikota Solo.

Contoh Visi ketiga

Visi yang waktunya tidak spesifik :


“Menjadi Sekolah kebanggaan Kota Solo”

Visi diatas berupaya menjadi kebanggan kota solo tidak tersirat kapan akan dicapai. Ini berarti akan diupayak dicapai pada suatu saat sampai tercapai dan akan terus dipertahankan. Maka waktu pencapaian  perlu dirumuskan dalam Renstra.. Visi ini mengandung subyek guru, kepala sekolah, siswa. Objeknya Sekolah Mereka. Subyek berupaya menjadikan sekolah mereka kebanggaan Kota Solo. Kebanggaan juga masih abstrak maka perlu penjelas maka maka harus didukung indikator lain yang memiliki nilai yang jelas dan terukur. Indikator ini bisa dituangkan dalam Renstra.

Jadi dapat disimpulkan visi  haru stersirat memenuhi kebutuhan stekholder, memiliki waktu, memiliki nilai-nilai yang menunjukkan ketercapain, menunjukkan adanya suatu kegiatan, ada yang melakukan dan ada objek yang akan dikerjakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: