Bagaimana Menerapkan Manajemen Mutu Pada lembaga Pendidikan

Penerapan mutu dalam lembaga pendidikan saat ini merupakan suatu keharusan . Hal ini menggingat kebutuhan masyarakat terhadap hasil-hasil dari lembaga pendidikan yang berkualitas, serta perkembangan teknologi, dan perkembangan persoalan di masyarakat. Selain factor tersebut tingkat persaingan antar lembaga juga menjadi penentu bagi kemampuan lembaga pendidikan tersebut.

Lembaga pendidikan yang dimata masyarakat memiliki kualitas yang baik , akan dengan mudah mendapatkan aprisiasi masyarakat serta mudah dalam mendapatkan calon siswa / calon mahasiswa. Sehingga akan membuat lembaga tersebut tetap exist. Sebaliknya bagi lembaga pendidikan yang dimata masyarakat dinilai rendah akan ditinggalkan oleh masyarakat, sehingga bisa berdampak pada penerimaan siswa / calon mahasiswa sehingga membuat lembaga tersebut bisa mati.

Supaya lembaga pendidikan tetap exist maka lembaga pendidikan perlu menerapakan sistem manajemen mutu. Dengan sistem manajemen mutu akan membuat suatu lembaga dapat terus memantau kualitasnya dan meningkatkan kualitas mutunya secara berkesinambungan.

Bagaimana menerapakan manajemen mutu ?

Langkah dalam penerapan manajemen mutu dapat memngikuti siklus berikut:

  1. Merumuskan Visi dan Misi

Visi merupakan anggan-angan nyata yang akan diwujudkan dalam jangka panjang. Visi harus realistis, serta memungkinkan dapat tercapai. Visi dan misi juga memiliki kurun waktu pencapaian. Waktu pencapaian visi bisa antara 20 s/d 30 tahun. Visi dijabarkan dalam misi. Dalam penentuan visi dan misi bagi lembaga pendidikan perlu mangacu undang-udang, visi misi mendiknas, visi misi bangsa.

2.Membuat rencana stategis

Rencana stategis merupakan rencana jangka pendek yang merupakan rencana untuk pencapaian dari visi dan misi. Biasanya rencana stategis berkisar antara 5 tahun. Tiap restra harus memiliki nilai indicator capaian.

3.Merumuskan standart

Visi dan misi harus memiliki butir-butir indicator ketercapaian. Butir-butir indicator ketercapaian ini merupakan nilai standart yang harus terpenuhi oleh suatu lembaga. Jika butir standart ini telah tercapai maka perlu ditingkatkan sehingga akan terwujud proses perbaikan berkelanjutan ( dalam ISO dikenal PDCA ). Dalam membuat isi standart lembaga pendidikan perlu mereferensi Badan Akreditasi nasional,  Badan standarisasi , standarisasi Profesi, asosiasi pendidikan  dan lain-lain. Butir –butir indicator dijabarkan dalam rencana strategis yang telah ditetapkan. Didalam pendidikan tinggi perlu dituliskan manual mutu, standart mutu.

4.Menentukan organisasi , procedure,Intruksi kerja serta formulir

Setelah memiliki visi dan misi lembaga pendidikan perlu menentukan organisasi. Organisasi ini digunakan untuk menjalankan restra ( rencana stategis) sehingga akan berdampak pada ketercapaian visi dan Misi. Penyusunan organisasi bagi lembaga pendidikan harus mengacu pada peraturan perundangan, serta mengacu pada Diknas. Jika dalam pencapaian Visi dirasa perlu menambah organisasi maka lembaga dapat menambahkan organisasi selagi tidak melanggar perundangan.  Setiap organisasi harus memiliki procedure kerja . Prosedure kerja harus mampu digunakan organisasi untuk memenuhi pencapaian renstra , visi dan misi. Selain procedure dalam organisasi juga dibutuhkan Intruksi kerja dan formulir untuk mencatat kegiatan dari organisasi.

5.Membuat rencana kerja dan stategi kerja ( rencana tahunan)

Organisasi perlu membuat rencana kerja tahuan ( RKT) serta anggaran Tahunan untuk mencapai Restra.

6Melaksanakan rencana kerja dan stategi kerja pada tiap unit organisasi

Setiap unit dalam organisasi harus mengerjakan rencana kerja yang telah ditetapkan oleh pimpinan organisasi. Setiap pelaksanaan kegiatan harus dicatat dalam formulir kegiatan yang telah disediakan.

7.Melakukan monitoring dan evaluasi,

Setiap kegiatan yang dilakukan unit dalam organisasi perlu dilakukan monitoring dan evaluasi . Proses monitoring digunakan untuk mengarahkan kegiatan agar sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Sedangkan evaluasi untuk mengukur ketercapaian hasil kegiatan terhadap nilai standart.

8.Melakukan tidak lanjut hasil monev,

Hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi harus dijadikan rujukan kebijakan pimpinan atau program kerja berikutnya.

9. Memperbaiki isi standart ( kembali ke langkah 3)

Jika butir-butir standart telah tercapai maka perlu peningkatan terhadap nilai-nilai standart.

 

Dengan menerapkan siklus diatas maka akan membuat suatu lembaga akan meningkatkan kualitasnya. Sehingga akan meningkatkan aspirasi masyarakat dan berdampak pada existensinya di masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: