Hidup itu bukan perlombaan, tapi kompetitif

ini memang sering kita rasakan kita telah kerja keras tapi jika sampai dirumah apa yang telah kita perbuat jika ditinjau dengan kacamata lain terasa tidak menyenangkan.  Kadang kita lihat tetangga kita yang kerjanya jauh lebih ringan dari kita tahu-tahu sudah bisa beli ini itu, beli mobil dan lain-lain. Sementara kita masih hanya berkutan memenuhi kebutuhan hidup

Kondisi tersebut kandang membuat kita merasa kalah , bahkan kadang sampai timbul rasa minder, atau malu. Bisa juga timbul rasa iri , seperti kisah akhmad dan didin, berikut :

Seperti kisah berikut :

akhmad :”Pak  kita ini kalah yang dengan mang gendut ?”

didin :’lah emangnya kenapa !”

akhmat :”gendut kerjanya terlihat santai tapi sudah bisa ningkat rumah,  dan kemarin beli mobil je…”

didin “Yang bilang kita berlomba dengan pak Gendut, siapa. Kita ini  kan gak berlomba …”

akhmat “ya..tapi ini kenyataannya”.

didin :’Pak kalau yang namanya lomba itu tentu mulainya bersama, kelasnya juga di samakan kalau misal lomba F1 kan jenis  mobilnya kelasnya juga distandart yang sama. Sedangakan  hidup ini kan gak sama ada yang mulai sudah dimudali orang tua, ada yang dimodali warisan dll”

akhmat “Ya …benar ….”

didin “Hidup ini juga kompetitif, contoh dangangan orang jualan itu gak memilih ingin dibeli siapa, begitu ada orang bayar maka ia mau diambil , maka  kita mesti berserah pada sing ngecet lombok, usaha dengan kreatif dan inovatif “, bener Ra’

akhmat “oooo ya bener , sing penting usaha ro narima yo…..”

didin ” he ehhhh!”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: