PENGERTIAN MUTU

Oleh

Didik  Nugroho

28/juli/2010

Penerapan manajemen berbasis mutu saat ini merupakan suatu keharusan bagi suatu perusahaan , Pendidikan dan organisasi. Mutu sangat berarti bagi para pelanggan, Jika perusahaan, lembaga pendidikan  tidak  memperhatikan mutu maka perusahan atau  lembaga pendidikan tersebut akan kehilangan ruh sehingga akan ditinggal oleh pelanggannya.

Dalam penerapan manajemen berbasis mutu maka perlu pemahaman mengenai sifat mutu dan sifat sistem mutu serta komitmen manajemen untuk bekerja dalam berbagai cara sesuai dari sifat system mutu.  Maka dalam penerapan manajemen berbasis mutu sangat dibutuhkan pimpinan manajemen yang mampu menjaga konsistensi serta  memotivasi agar seluruh anggota dalam organisai dapat memberikan konstribusi semaksimal mungkin kepada organisasi.  Maka perlu dibangkitkan  pemahaman dan penjiwaan secara sadar bahwa mutu suatu produk atau jasa tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh anggota dalam organisasi.

Apakah Mutu Itu  !

Sering kita dengar  orang berucap “lembaga A  kurang bermutu” .  Orang yang pertama berbicara tersebut  tadi tentunya  orang pertama  yang berhubungan dengan lembaga tadi. Biasanya kita kenal sebagai pelangan.

Pertanyaannya sekarang kenapa pelangan kita berbicara   “lembaga A  kurang bermutu” , hal ini bisa jadi karena apa yang dijanjikan oleh suatu lembaga kepada pelanggan tidak dapat diwujudkan  Hal yang kedua bisa jadi karena lembaga satu kurang baik sarana, metode pelayananannya  serta produknya disbanding dengan perusahaan atau lembaga lain.

Dari uraian diatas mutu dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Janji yang diberikan kepada pelanggan
  2. kesesuaian penggunaan atau kesesuaian tujuan atau kepuasan pelanggan atau pemenuhan terhadap persyaratan (Sulipan).
  3. Kesesuaian produk atau jasa  dengan Standart yang ada ( contoh SNI, Standart BAN / Akreditasi untuk lembaga pendidikan )

Bagaimana Lembaga menerapakan Manajemen Mutu

Langkah awal suatu lembaga menerapakan manajemen mutu adalah menggali “apa yang diinginkan oleh pelangan”. Kemudian menetapkan kebijakan mutu serta standart mutu,  membuat procedure untuk kerja guna mencapai kebijakan dan standart mutu  yang ditetapkan.   Standart mutu , procedure harus dilakukan dicatat , dimonitoring , dievaluasi dan ditingkatkan. Hal ini akan membuat peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Pelangan suatu lembaga dibedakan menjadi dua :

  1. Pelangan Internal

Pelangan internal merupakan pelangan yang ada didalam internel manajemen. Dalam internal manajemen suatu unit akan menjadi pelangan unit yang lain. Contoh kepala sekolah member pelayanan yang baik pada guru, Bagian gudang memberikan pelayanan yang baik pada bagian produksi.

  1. Pelangan ekstenal

Pelanggan yang berada diluar system organisasi contoh untuk perusahaan  pembeli produknya. Lembaga pendidikan para orang tua siswa, alumni, pengguna alumni dll.

Jadi lembaga akan dikatakan bermutu apabila kebutuhan pelanggan bisa dipenuhi dengan baik serta sesuai dengan standart yang ditetapkan.

Referensi

  1. http://sekolah.8k.com/sulipan/Konsep Dasar Manajemen Mutu Terpadu
  2. Bahan pelatihan manajemen mutu Internal PT
  3. Bahan pelatihan manajemen mutu ISO  9001:2008
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: